BATAM – Sekretaris DPD PKS Kota Batam, Rohaizat, menegaskan kegiatan Latansa bukan sekadar aktivitas luar ruangan, permainan, maupun latihan fisik.
Menurutnya, Latansa menjadi ruang pembinaan bagi perempuan untuk menempa diri agar lebih tangguh, terampil, disiplin, dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan.
Hal itu disampaikan Rohaizat di sela-sela menghadiri kegiatan Latansa PKS Kota Batam di Bukit Senimba, Ahad (27/9/2026).
“Latansa bukan sekadar kegiatan suka-suka. Bukan sekadar latihan fisik, permainan, outbound, atau kegiatan di luar ruangan. Latansa adalah ruang pembinaan, ruang belajar, dan ruang untuk menempa diri,” ujar Rohaizat.
Ia mengatakan, perempuan memiliki peran strategis yang tidak hanya berada di dalam rumah, tetapi juga dalam keluarga, masyarakat, hingga proses membangun generasi.
Menurutnya, kekuatan perempuan memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan keluarga dan masyarakat.
“Ibu yang kuat akan menguatkan keluarga. Keluarga yang kuat akan menguatkan masyarakat. Dan masyarakat yang kuat akan ikut membangun bangsa yang kuat,” katanya.
Rohaizat juga mengajak peserta tidak memandang berbagai aktivitas selama Latansa sebagai sekadar permainan. Mulai dari latihan fisik, outbound, simulasi menghadapi musibah kebakaran, latihan kerja sama tim hingga kegiatan lainnya, seluruhnya dinilai dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
“Jika hari ini kita berpanas-panasan atau berbasah-basahan, merasa lelah, mengikuti latihan, belajar kedisiplinan, mengikuti outbound, belajar menghadapi musibah kebakaran, belajar bekerja dalam tim, hingga mengikuti fashion show, jangan kita lihat semua itu hanya sebagai aktivitas permainan atau kegiatan biasa,” tuturnya.
Ia berharap rasa lelah yang dirasakan peserta selama mengikuti Latanaa dapat menjadi pengalaman berharga. Terlebih, seluruh aktivitas tersebut dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat karena Allah SWT.
Dalam kesempatan itu, Rohaizat menitipkan tiga pesan kepada para peserta setelah mengikuti Latansa.
Pertama, meluruskan niat. Ia mengingatkan agar setiap aktivitas diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Menurutnya, menjadi ibu, mendidik anak, melayani masyarakat, menolong orang lain, hingga menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat dapat menjadi bagian dari ibadah ketika diniatkan dengan benar.
Kedua, membangun mental yang kuat dan disiplin. Rohaizat mengajak perempuan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun tantangan.
“Jadikan setiap kesulitan sebagai proses belajar. Karena pribadi yang tangguh tidak lahir dari kenyamanan semata. Pribadi yang tangguh lahir dari proses, dari latihan, dari pengalaman, dari kesabaran, dan dari keberanian untuk terus mencoba,” katanya.
Ketiga, memperkuat ukhuwah dan saling menguatkan. Menurut Rohaizat, setiap perempuan memiliki kemampuan dan kelebihan yang berbeda. Ada yang kuat secara fisik, komunikasi, organisasi, maupun keterampilan tertentu.
Namun, kata dia, seluruh potensi tersebut akan menjadi kekuatan besar apabila disatukan dalam semangat kebersamaan.
“Kita mungkin memiliki kemampuan yang berbeda. Tetapi ketika semua potensi itu disatukan dalam semangat kebersamaan, insya Allah akan menjadi kekuatan yang besar,” ujarnya.
Rohaizat berharap Latansa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi memberikan bekal dan pengalaman yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mendoakan agar para peserta senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, umat, bangsa dan negara.
“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus istiqamah dalam kebaikan, memberikan keberkahan kepada keluarga kita, menjaga anak-anak kita, dan menjadikan kita semua sebagai pribadi yang bermanfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.***





