GuidePedia

0

Dalam Islam, menjadi ibu adalah pekerjaan yang mulia. Hadist dari Abu Hurairah ra menyebutkan Rasulullah Saw menyuruh berbuat baik kepada ibu tiga kali lebih banyak dibanding kepada ayah.

"Seseorang datang kepada Rasulullah Saw dan berkata: "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’'  Nabi SAW menjawab: "Ibumu." Orang tersebut kembali bertanya: "Kemudian siapa lagi?" Nabi Saw menjawab: "Ibumu." Orang tersebut bertanya kembali: "Kemudian siapa lagi?" Nabi Saw menjawab: "Ibumu." Orang tersebut bertanya kembali: "Kemudian siapa lagi?" Nabi Saw menjawab: "Kemudian ayahmu."" (HR. Bukhari dan Muslim).

Seorang ibu memiliki peran yang besar dalam membentuk pribadi anak, yaitu pribadi yang sarat dengan iman, imun, dan amal. Dimulai dari mempersiapkan perkembangan anak sejak usia dini dengan merawat dan melakukan pengasuhan yang baik sehingga anak tumbuh sehat, beraqidah lurus, berakhlak baik, mandiri, dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. 

Pekerjaan tersebut tidaklah semudah teori. Perlu bekal yang cukup dan kunci sukses bagi para ibu untuk mencapai keberhasilannya. Kunci untuk dapat memegang amanah pengasuhan dalam mencetak generasi yang baik adalah kebahagiaan, yang harus mengiringi pekerjaan seorang ibu.

The Understanding Society, sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris mengungkapkan bahwa anak akan mendapatkan bahagia jika ibunya bahagia. Suasana hati serta pola hidup ibu yang merawat dan mengasuh sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Hormon bahagia adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain mencegah memburuknya emosi, hormon bahagia juga merangsang timbulnya zat imunitas. Saat hormon bahagia dalam tubuh naik, seseorang akan menjadi lebih rileks dan lebih mudah mengontrol emosi. 

Lantas bagaimana caranya membuat ibu agar mendapatkan kebahagiaannya?

Pertama, menjaga komunikasi dengan suami. Salah satu caranya bisa dengan membuat komitmen untuk meluangkan waktu setiap malam membicarakan suatu hal yang penting. Ini akan menjadi rutinitas menyenangkan.

Kedua, terus meningkatkan ilmu. Yaitu dengan sering mengikuti seminar, menghadiri majelis-majelis taklim, maupun membaca buku atau artikel yang bermanfaat.

Ketiga, melakukan me time. Yaitu meluangkan waktu sejenak di tengah aktivitas sehari-hari untuk diri sendiri. Me time bisa dilakukan mulai dari lima menit dan tidak harus berbiaya mahal. Bisa dengan aktivitas pergi ke salon atau sekedar ngopi atau ngeteh sendirian, membuat tulisan, atau melakukan ibadah dengan khusyuk.

Ketiga hal tersebut merupakan sebagian dari cara mendapatkan dukungan bagi mental, emosional, dan spiritual bagi seorang ibu; sehingga menumbuhkan kebahagiaan dan melahirkan sikap positif serta meningkatkan kualitas hubungan dengan orang yang ada di sekitarnya.

Kajian tentang pentingnya kebahagiaan seorang ibu dalamemgasuh anak ini disampaikan oleh Dokter Eka Rosyilia yang menjadi pembicara dalam pertemuan rutin PKK Perumahan Kapital, Batam Kota, bersama Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Batam Kota, pada Ahad, 19 Juni 2022.

Posting Komentar

 
Top