GuidePedia

0

Bulan Ramadhan adalah bulan investasi. Allah memerintahkan kita untuk memperbanyak ibadah dan beramal shalih.

Pada bulan Ramadhan semua amalan pahalanya dilipatgandakan. Maka sungguh merugi bagi mereka yang bermalas-malasan dan tidak memanfaatkan waktunya dengan maksimal.

Materi tersebut disampaikan Gustina, Tim Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Sekupang dalam kajian ibu-ibu PKK Perumahan Siriaon Regency, Tiban Indah, Sekupang dengan tema Menyambut Ramadhan 1443 H, pada Ahad, 27 Maret 2022.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

       وَالْعَصْرِۙ  اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ  اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya:
Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
(QS. Al-'Ashr 103: Ayat 1-3)

Gustina menjelaskan, berdasarkan Surat Al-Ashr ada tiga macam golongan orang-orang yang tidak merugi.

"Di dalam surat Al-Ashr Allah berjanji bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuai tiga golongan ini," kata Tina, panggilan akrabnya.

Tiga macam golongan orang-orang yang tidak akan mengalami kerugian tersebut adalah:

Pertama, golongan orang-orang yang beriman, yaitu golongan orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan ibadah terbaiknya.

Kedua, golongan orang-orang yang beramal shalih, yaitu mereka gemar beramal/bermuamalah yang bermanfaat bagi diri dan orang lain, seperti kegiatan bakti sosial dan silaturahmi.

Ketiga, golongan orang-orang yang senantiasa saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Jika ketiga amalan tersebut dilakukan selama bulan suci maka kita akan terhindar dari kerugian dan dapat memaksimalkan Ramadhan.

Kajian ini pun ditutup dan peserta merasa senang karena kajian yang disampaikan dengan penjelasan gamblang.

"Alhamdulillah materinya mudah dipahami, semoga bisa dijalankan. Terima kasih RKI atas kajiannya," ujar Sumiatun, salah satu anggota PKK peserta kajian.

Posting Komentar

 
Top